“Memulai itu sulit.
Tapi yang lebih sulit itu mempertahankannya.”
Benarlah kalimat pembuka tadi. Memulai
sesuatu pasti sulit setengah mati, nah mempertahankannya ini juga tak kalah
sulit, sampai tiga per empat mati. Hoho.
Yes. Pernah merasakan demikian ? pastilah pernah dong ? iya
kan ? iya dong ? bagaimana sulitnya kita memulai sesuatu itu. Sebagai contoh
bagaimana rasanya kita dulu saat awal pertama kali memulai memutuskan untuk
berhijrah yang tadinya rambut tergurai kemana-mana lalu memutuskan untuk
menutupnya ? menyempurnakan hijab sesuai dengan apa yang Allah perintahkan.
Gimana ? sulit kan ?
Nah, yang tak kalah sulit itu ternyata adalah mempertahankannya atau istiqomah. Yaps, sebab
istiqomah butuhkan ilmu. Butuhkan lingkaran motivasi dan pengingat. Jika
keduanya (ilmu dan pengingat) itu tak ada dan tak dicari, maka kita akan mudah melepaskan
azzam yang sudah kita mulai.
Termasuk hari ini, rasa-rasanya kurang greget lagi atas
azzam yang sudah pernah dibuat. Menulis minimal satu minggu sekali tuk taklukan
deadline. Masya Allah, Asstaghfirullah Ya Allah.
Bissmillah Tawakaltu Alallah.. Mencoba mulai kembali melemaskan
jemari dan menuangkan ide yang ada pada benak, menebar kebaikan melalui aksara.
Karena sejatinya menulis itu adalah seni menyampaikan kebenaran (Asri
Supatmiati).
Menuangkan ide melalui
aksara inilah, semoga kelak bisa menjadi ladang pahala mengalir saat kelak kita
sudah tiada. Aamiin Ya Allah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar