Follow Us @soratemplates

Senin, 09 Juli 2018

Yuk Move On dari Mantan !

Juli 09, 2018 0 Comments
Sumber pict : google

Kalau boleh jujur. Agak gimana gitu ya ngepost soal ini 🙈
.
Cerita dulu yes latarbelakang kenapa saya nge-post masalah ini, biar engga salah tangkap 😂
.
Seminggu kebelakang adik-adik binaan kompakan cerita tentang mantan. Aih. 🙊 Menganalisa problem meraka, mengharuskan saya kembali menyelami dunia remaja. Mengharuskan juga sedikit melirik ke spion. Plak ! alamat sedikit banyak kebuka deh ingatan-ingatan dulu pada masa-masa alayers 😂 Tapi, fakta lagi-lagi menunjukan walau sudah emak2 tapi usia masih bisa dikatakan remaja, remaja akut kaleee 😂
.
Berharap tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. Aamiin 😊

=================

Yuk Move On dari Mantan !
.
Dear kamu yang sedang berusaha mendekatkan diri pada Rab Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Menyadari hijrah bukanlah sebuah kata tanpa makna, bukan pula hanya soal perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, atau hanya sekedar seberapa sering kita membagikan tulisan di akun sosmed  tentang motivasi hijrah itu sendiri. Sehingga orang lain mengira kita betulan sudah berhijrah.
.
Hijrah menurut bahasa adalah berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Namun hijrah juga bisa diartikan sebagai azzam untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Yang tadinya belum menutup aurat, berazzam untuk menutup auratnya kemudian istiqomah. Yang tadinya pacaran, berazzam untuk tidak pacaran lagi kemudian bertekad untuk istiqomah.
.
Ketika kita sudah berazzam untuk hijrah, pasti terpikir dalam benak untuk merubah segala hal buruk ingin menjadi baik, segala aktivitas yang jauh dari Islam ingin sesuai dengan aturan Islam. Termasuk untuk tidak pacaran lagi. Bagi yang sudah terlanjur pernah pacaran, pasti setelah putus punya mantan kan ? Betul atau benar ?
.
Sekedar bertanya, enak ga punya mantan ? 😂 Hemm, terkadang, ketika kita tengah dalam perjalanan kehidupan ada  kalanya sesekali kita menongok pada spion tentang episode kehidupan sebelumnya. Walau melihatnya sekilas, tapi pasti sedikit banyak membuka episode masa lalu yang sampai detik ini pun ada saja diantara kita yang masih berjuang untuk berusaha melupakannya. Walau berusaha menghilangkannya, tetap saja ada jejak. Pun walau semua bisa dibakar, tetap saja menyisakan sedikit abu kenangan. Betul atau benar ? 😂
.
Yaps, kita memang tidak bisa menghilangkan semua jejak kenangan. Hanya saja kita bisa mengalihkan semua rasa, bahkan asa pada doi 'sang mantan'. Come on dear, tentu kita bisa move on ! Jangan stagnan pada situasi seolah diri yang paling merana karena hati yang masih cinta pada sang mantan.
.
This, beberapa tips untuk kamu yang sedang berusaha move on dari sang mantan. Cekidot :
.
1. Hapus semua kontak Doi
.
HAPUS kontak HP, whatsApp, bbm, line, insta, facebook, twitt atau akun manapun itu yang memungkinkan kamu bisa lagi interaksi sama doi, atau kalo bisa blok saja. Terkadang rasa itu akan muncul kembali saat ineraksi terjalin. Usir cantik dengan kita menghapus semua kontak doi. Bisa ya ? 😉
.
2. Enyahkan benda-benda yang bisa mengingatkan kamu tentang doi
.
Kamu pernah dikasih apa saja saat pacaran dulu ? Buang semua, kalo perlu bakar ! 😱 (Sadis ya ?) 😂
.
Boneka unyu, surat cincay (cinta), gantungan kunci, baju, jaket, sepatu, sendal, kerudung, bunga yang udah layu juga jangan disimpan terus woy, buang buang hus hus sana ! 😂
.
Terus apalagi coba ingat-ingat. HP ? Aah kalo pernah dikasih HP gimana ? Apa mesti dibuang ? Jangan ! Kasih saya saja. 😅
.
Ya, intinya apa yang bisa dibuang, buang. Dihapus, dimusnahkan saja atau kalo engga dikasih orang saja yang masih bisa dimanfaatkan mah. Oh iya, termasuk itu tuh, bagi kamu yang suka nulis kenangan tentang doi dibuku harian juga sebaiknya coret-coret saja atau robek kek pas halaman yang lagi menceritakan tentang doi.
.
Aih, segitunya kah ? 🙈 iya harus cuy. Kan judulnya juga tips move on dari mantan 😂 kalo masih tersimpan, begimana ceritanya bisa move on. ✌ Sanggup ? Harus!
.
3. Lenyapkan foto-foto doi
.
Yang masih simpan fotonya, HAPUS. Apalagi foto berdua kamu dengan doi (😳), aah hapus semua! Yang sudah dicetak ? Robek. Yang ada di dompet ? Keluarkan, robek, ulek-ulek ! 😤
.
Tapi plis, ngerobek fotonya ga usah sambil drama mewek juga ya ! Tunjukan kalo kamu kuat. Ur the strong women. No cengeng yes. 😥
.
4. Umumkan ke teman dekatmu, kalo kamu pingin hijrah.
.
Well, menurut saya ini juga perlu. Biar teman-teman dekat kita tahu azzam kita. Yang pasti biar mereka selalu senantiasa mengingatkan kita kala kita futur. Ingat ya, teman dekat saja. Tak usah juga dibuat pengumuman kamu niat hijrah di akun-akun sosmedmu, yang terpenting adalah genggam erat komitmenmu. Kalau kata Tere Liye, "gigit komitmenmu dengan gigi graham".
.
5. #YukNgaji !
.
Nah ini. Jurus ampuh buat menghempaskan sang mantan ke laut lepas terdampar di pulau antah barantah 😂
.
Mengkaji Islam kaffah, akan menghilangkan rasa dan asa-mu pada doi. Kamu ga akan lagi nginget2 doi, yakin ingatan kamu akan berubah menjadi Saras 008 *jiaahh zadul + garing 😂* *ulangi*. Yakin ingatan kamu akan berubah menjadi selalu mengingatNya, mengingat RabbMu yang Maha Sempurna, mengingat RasulMu, mengingat dosa-dosa yang pernah dilakukan. Sehingga berubah juga lah orientasi cintamu, pada cinta yang paling tinggi dan utama yakni mencintai Allah dan RasulNya.
.
So dear, semangat. Tidak mau kah kamu kelak di Yaumul Akhir mendapat naungan dari RabbMu yang Maha Adil ? Karena salah satu golongan yang akan Allah berikan naungan adalah pemuda-pemudi yang selalu mendekatkan diri pada RabbNya. Maa shaa Allah.



Remaja Zaman Now Salah Maknai Gaul; Yuk Gaul Islami!

Juli 09, 2018 0 Comments
Sumber pict : google

Bro and Sist, apa yang ada dibenak kalian saat mendengar kata 'gaul' ? Atau definisi gaul menurutmu seperti apa? Hm, kalau boleh bertanya,  kamu sudah merasa gaul-kah? Kalau jawabannya belum, kamu harus melakukan apa dulu biar bisa disebut 'anak gaul' ? Dan kalau jawabannya sudah, kamu merasa sudah melakukan apa sehingga kamu layak disebut 'anak gaul' ? Nah, bingung nggak? Hehe. So, sebenarnya apa sih 'gaul' itu ?

Searching mbah gugel dengan keyword 'gaul', muncul definisi gaul dengan mengarah pada tingkah polah para remaja zaman now. Istilah 'gaya kekinian' adalah mereka yang terkatagori  layak disebut anak gaul. Entah dari gaya penampilan yang mengikuti tren, gaya bicara khas alayers, atau pergaulan dalam konteks kekinian macam nongki alias nongkrong bareng teman, pacar atau gebetan. Pun demikian, definisi 'gaul' versi kebanyakan remaja sekarang, mengasumsikan kalau gaul itu adalah yang serba kekinian. So guys, gaul versimu seperti apa?


 Predikat Gaul Ajang Eksistensi Diri

'Anak gaul' seolah menjadi predikat tertinggi yang harus dikejar oleh kebanyakan remaja zaman now. Mereka bangga tatkala ada yang menisbatkan pada mereka kalau 'Elo anak gaul bro'. Sehingga remaja rela melakukan apapun hanya demi ingin disebut 'anak gaul'. Sebaliknya, mereka yang ngga mengikuti tren kekinian, dianggap norak, kolot atau kampungan. Betul atau betul ?
Istilah gaul yang mereka kejar sebetulnya adalah bagian untuk memenuhi gharizah baqo (naluri mempertahankan atau eksistensi diri). Beragam cara yang mereka lakukan untuk memenuhi naluri baqo ini. Remaja identik dengan rasa keingintahuan yang tinggi, ditambah emosi yang masih labil plus pemahaman yang masih minim, banyak remaja yang awalnya hanya sekedar coba-coba justru terjerumus pada pergaulan bebas.

Atasnama Gaul

Remaja rela melakukan apapun asal diberi predikat 'gue anak gaul bro'. Mereka rela hanya demi ingin disebut anak gaul, kehormatannya berkeliaran tak dijaga. Nongkrong sampai larut malam. Pacaran menjadi gaya hidupnya. Yang ngga pacaran dianggap ngga gaul. Campur baur laki-laki dan perempuan, dan seterusnya. Ada lagi sampai berani melawan orangtuanya. Bahkan sampai mencampakan syariah Allah. Naudzubillah.

Ini akibat dari sistem penerapan sekuler (memisahkan agama dari kehidupan). Jadilah remaja nihil pemahaman tentang makna pergaulan yang benar dalam Islam itu seperti apa. Sistem sekuler hanya melahirkan bibit amoral. Tak elak survei angka penyimpangan remaja semakin menggunung. Lagi, ini sebab diterapkannya sistem rusak yakni sistem sekularisme liberal.

Mengikat Makna Gaul

Arti kata gaul menurut KBBI adalah "hidup berteman (bersahabat)". Dua orang yang hidup berteman tidak mungkin keduanya sama -sama berdiam diri. Artinya adalah adanya interaksi. Jadi,  gaul itu adalah berinteraksi.

So guys, kita harus merubah mindset kita kalau gaul itu bukan melulu soal kekinian. Tapi gaul itu adalah berinteraksi dengan sesama. Catet! Tapi eits tunggu dulu, interaksi / pergaulan yang seperti apa yang shohih / benar menurut Islam?

Islam adalah agama yang sempurna mengatur segala aspek kehidupan. Islam tak mengenal istilah pergaulan bebas. Dalam Islam pergaulan ada aturannya. Kamu wajib tahu akan pentingnya batasan pergaulan menurut Islam. Cekidot guys!

1. No Ikhtilat!

Ikhtilat adalah campur baur laki-laki dan perempuan. Kehidupan laki-laki dan perempuan itu sejatinya terpisah. Kecuali empat hal : pendidikan, muamalah, kesehatan, kendaraan. Nah selain keempat hal itu, kita ngga boleh ikhtilat guys. So, sekarang rubah yuk mindset kita. Bahwa mereka yang menjaga interaksinya dengan tidak ikhtilat adalah mereka remaja gaul.

2. No Khalwat!

Khalwat adalah berdua-duan dengan lawan jenis alias pacaran. Nah nah, nampaknya ini sudah dianggap hal wajar ya guys. Padahal aktivitas ini salahsatu yang Allah dan RasulNya benci. Huuaa. Mulai sekarang, yuk kita rubah persepsi kita bahwa, mereka para aktivis pacaran justru mereka remaja yang norak! Mereka yang ngga tahu aturan dan ngga mau diatur. Right, mereka itulah sejatinya yang ngga gaul. Mereka ngga update pemikiran. Pemikiran mereka yang terbelenggu oleh hawa nafsunya. So, guys catet dengan rapi bahwa pacaran adalah aktivitas haram. So, say NO to pacaran! Jadilah Single before akad! Jomlo fii sabilillah adalah pilihan tepat.

3. Tutup Auratmu!

Menutup aurat adalah kewajiban untuk laki-laki dan perempuan. Batasan aurat sudah pada tahu kan ya? Yaps. Batasan aurat laki-laki adalah dari pusar sampai lutut. Batasan aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
Untuk perempuan tutuplah auratmu dengan sempurna. Pakai khimar (silakan cek an-nur : 31) dan jilbab (al ahzab : 59).

Guys, yang belum menutup aurat. Tutuplah segera! Karena  itu perintah Allah. Kita tak punya alasan untuk tak menutupnya. Yang sudah menutup aurat, sempurnakanlah dengan jilbab dan khimar. Rumus hijab adalah jilbab + khimar + kaos kaki - tabarruj = hijab syar'i.
Yuk, hijab tanpa nanti taat tanpa tapi! Mari berhijab syar'i!

4. Yuk Ngaji !

Nah ini nih, datangi majlis-majlis ilmu guys. Ngaji Islam kaffah adalah solusi tuntus buat kamu yang ingin berubah atau hijrah menuju ke hal yang lebih baik menurut Islam. Ngaji Islam kaffah akan mengikatmu pada koridor syariat. Disanalah kamu akan temukan teman-teman satu visi dan misi mendekatkan diri pada Rabb pencipta semesta. Meletakan cinta yang paling tinggi adalah saat kita mencintai Allah dan RasulNya. Teman-teman hijrahmu akan selalu mengingatkanmu dalam kesabaran dan ketaatan. #IniBaruGaul.

Wa'allahu a'lam bishowab. 

Terjebak

Juli 09, 2018 2 Comments

Sumber pict : Google

Seperti riuh angin semilir, menerpa dedaunan seolah saling menyapa. Beriringan, berjajar, bergerak lamban. Sejuknya terpaan angin malam.
.
Drrr. Suara getar HP yang tertindih tas dan buku-buku yang belum sempat dirapikan setelah mengerjakan tugas sekolah. Matanya mulai terbuka, tangannya meraba mencari keberadaan HP, menyingkirkan buku-buku yang masih berantakan. "Ya Allah, aku ketiduran di meja belajar". Salia setengah sadar, mengucek-ngucek mata dan dibukanya HP sambil memakaikan kacamata yang masih menempel agak melonggar.
.
"dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji. (Al-Israa' : 79)"
.
Melihat jam di HP, Salia langsung melek. "Ya Allah sudah jam 3 toh.". Dalam hati Ia bergumam, 'siapa ya yang mengirim pesan tanpa nama pengirim, sudah 3 hari ini mengingatkan aku untuk qiamul lail.'
.
Dua hari sebelumnya juga Salia menerima pesan yang sama. Kutipan Nash Al qur'an dan Hadist membangunkannya untuk bersujud disepertiga malam.
.
Diletakkannya kembali HP sambil merapikan meja belajar yang berantakan. Belum beranjak dari dari bangku, sambil meregangkan otot-otot yang kaku. Tetiba HPnya kembali bergetar. Nomor yang sama kembali mengirimnya pesan singkat.
.
"Assalamu'alaikum Sal. Semoga kamu selalu dalam lindunganNya, menyengaja berdua dengan RabbMu disepertiga malamNya, ditengah orang-orang yang lelap dalam tidurnya."
.
Dahinya mengerenyit, matanya menoleh ke atas sebelah kiri. Penuh tanya. Selidik dalam hati, 'siapa ya yang mengirim pesan kaleng ini ? Hmm.'
.
"Wa'alaikumsalam. Maaf ini dengan siapa ya ?", Salia membalas penasaran. Tak berapa lama pesan Salia pun kembali dibalas. "Satya, Sal. XII IPA 1." Diselipkannya emot smile diujung pesan.
.
"Hah ?" Salia terperanjat berdiri dari tempat duduknya. Berpindah dari tempat duduk meja belajar ke tempat tidur sambil terus memegang HP dengan wajah memerah dan bertanya-tanya.
.
Kulit putih langsat Salia, terlihat jelas gurat warna merah merona dipipinya. Salia ingin membalas kembali pesan tapi dirasa Ia kikuk. Speechless. Jemarinya sudah menempel pada keyword HP, memulai mengetik. Tapi Salia urungkan, dihapus kembali isi pesan balasannya. Tersungging bibir tipisnya, kemudian menaruh HP. Bergegas mengambil air wudhu. Membelai sepertiga malam dengan bersujud mengadu pada Rabb Semesta Alam.

************

Kriing kriing kriing. Tanda bel istirahat tiba. Satu persatu siswa siswi keluar kelas. Ada yang ke kantin membeli jajanan, ada yang ke perpustakaan atau ada yang tetap duduk di kelas sambil bercengkrama dengan temannya.
.
"Met, ayo !" Ajak Salia pada Mety sahabat sekaligus teman sebangkunya. "Bentar Sal. Gue mau ngambil mukena dulu", Mety sambil merapikan buku dimasukannya ke dalam tas.
.
Salia dan Mety  berjalan beriringan menuju pintu keluar kelas. Dari arah samping kanan di teras luar kelas Satya melintas agak sedikit berlari. Seketika Mety berhenti menarik tangan Salia. "Sal, Sal". Ungkap Mety agak sedikit heboh dan mereka pun berhenti di palang pintu. "Kenapa sih lu ? Kesurupan ?" Pungkas Salia ya tidak merasa aneh akan sikap sahabatnya yang suka heboh itu. "Eh elu engga lihat si Satya lewat barusan ?" Mety sambil melihat wajah sahabatnya. Salia celingak celinguk, "kagak, mana ? Biarin keles heboh banget lu." "Ah elu Sal, pangeran idaman elu kan ? Eaa." Mety menggoda. "Udah ayo cepet keburu masuk ntar kita ga shalat dhuha", terlihat wajahnya memerah sambil menarik tangan Mety.

**********

Satya. Termasuk cowok famous di sekolah. Kapten basket sekaligus sekertaris Rohis. Alim, keren dan wajahnya baby face ga sedikit cewek di sekolah pada naksir. Termasuk Salia, menyimpan simpul kekagumannya pada Satya.

**********

Setelah selesai shalat dhuha Salia memulai cerita, "Met ?". "Hemm" jawab Mety sambil merapikan kerudung. "Tadi malam ada yang kirim gue SMS", lanjut cerita Salia. "Terus?" Tanya lagi Mety. "Iya. Gue engga tahu udah tiga hari ini ada yang kirim SMS ke gue, isinya bangunin qiyamul lail gitu. Awalnya gue engga balas SMS-nya. Lama-lama gue penasaran juga. Nomor yang sama SMS pas diwaktu qiyamul lail Met. Terus akhirnya gue bales juga." Papar Salia. Serobot Mety, "terus siapa Sal ?". "Ah lu tau siapa Met ? Satya Met, Satya" jelas Salia. "Aih, serius lu ? Ciee. Haha. Beneran Sal Satya ? Ya Allah pangeran elu Sal" seperti biasa Mety heboh. "Apaan lu pengeran. Pangeran kodok ?" Kata Salia. "Terus elu jawab apa Sal ?", Mety penasaran. "Engga gue balas. Bingung juga gue mau bales apa." Ungkap Salia. "Eaa eaa eaa", sambil tertawa Mety kembali menggoda.
.
Kriing kriing kriing. Bel tanda istirahat habis. Kembali mereka bergegas masuk kelas. Dalam perjalanan Salia teringat hari ini sepulang sekolah ada kajian dengan Teh Rara. Salia, "Met, elu udah SMS Teh Rara hari ini kajian kan ?". "Udah semalam gue kabarin Teh Rara-nya. Katanya oke jam setengah 2 siang di masjid Al-Furqon." Kata Mety setengah berlari menuju kelas. "Oh. Oke." Salia menjawab.

**********

Tepat jam 13.00 bel tanda kegiatan belajar dihari itu sudah usai. Semua siswa siswi berhamburan keluar. Salia dan Mety pun bergegas keluar. Sebelum ke masjid Al Furqon, tempat kajian Islam rutin mingguan. Mereka membeli makanan mengganjal perutnya yang lapar sebelum kajian.
.
Setelah itu mereka pun pergi menuju masjid. Rupanya Teh Rara sudah menunggu mereka. "Assalamu'alaikum teh ?". "Wa'alaikumsalam", senyum lembut Teh Rara menyambut hangat Salia dan Mety. "Teh, afwan nunggu lama yah ?" Tanya Mety. "Engga kok. Ga apa-apa. Lagian kan akadnya kita jam 13.30. Sekarang jam 13.25, masih ada waktu 5 menit lagi ?", Teh Rara menjawab.
.
Kajian kali ini Teh Rara menjelaskan tentang 'Single before merried'. Ah tema yang renyah buat para remaja seusia Salia dan Mety. Hampir 2 jam kajian pun tak terasa karena saking asyiknya mendengarkan penjelasan materi dari Teh Rara. Adzan Ashar berkumandang. Setelah shalat ashar mereka malanjutkan dengan diskusi ringan seputar tema yang disampaikan.
.
Teh Rara menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang sempurna mengatur segala aspek kehidupan. Dalam Islam interaksi antar lawan jenis ada batasannya. Termasuk bagaimana Islam mengatur batasan interaksi via udara maupun nyata. Salia dan Mety seolah terbelalak, desir ombak menghunus pada hatinya ingin terus hijrah memperbaiki diri dan istiqomah semakin memuncak menyeruak.
.
Diluar sana banyak para remaja yang tidak malu-malu menampilkan kemesraannya dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Pacaran sudah bukan lagi hal yang aneh. Malah sebaliknya, yang memutuskan tidak pacaran malah dianggap aneh bin katro. Padahal, dalam Islam pacaran adalah aktivitas yang dilarang. Salia bersyukur bisa menahan diri, tidak terjebak pada interaksi yang belum saatnya. Cukupkan kekagumannya pada seseorang ia jadikan pecutan tuk lebih mendekatkan diri pada Allah, Rabb Semesta. Sampai saatnya tiba Ia yakin, pasti Ia akan terjebak pada seseorang yang halal diwaktu yang telah Allah siapkan.

 ~~~sekian~~~~

Kembali Melemaskan Jemari

Juli 09, 2018 0 Comments


“Memulai itu sulit. Tapi yang lebih sulit itu mempertahankannya.”

Benarlah kalimat pembuka tadi. Memulai sesuatu pasti sulit setengah mati, nah mempertahankannya ini juga tak kalah sulit, sampai tiga per empat mati. Hoho.

Yes. Pernah merasakan demikian ? pastilah pernah dong ? iya kan ? iya dong ? bagaimana sulitnya kita memulai sesuatu itu. Sebagai contoh bagaimana rasanya kita dulu saat awal pertama kali memulai memutuskan untuk berhijrah yang tadinya rambut tergurai kemana-mana lalu memutuskan untuk menutupnya ? menyempurnakan hijab sesuai dengan apa yang Allah perintahkan. Gimana ? sulit kan ?  

Nah, yang tak kalah sulit itu ternyata adalah mempertahankannya atau istiqomah. Yaps, sebab istiqomah butuhkan ilmu. Butuhkan lingkaran motivasi dan pengingat. Jika keduanya (ilmu dan pengingat) itu tak ada  dan tak dicari, maka kita akan mudah melepaskan azzam yang sudah kita mulai.

Termasuk hari ini, rasa-rasanya kurang greget lagi atas azzam yang sudah pernah dibuat. Menulis minimal satu minggu sekali tuk taklukan deadline. Masya Allah, Asstaghfirullah Ya Allah.

Bissmillah Tawakaltu Alallah.. Mencoba mulai kembali melemaskan jemari dan menuangkan ide yang ada pada benak, menebar kebaikan melalui aksara. Karena sejatinya menulis itu adalah seni menyampaikan kebenaran (Asri Supatmiati). 

Menuangkan ide melalui aksara inilah, semoga kelak bisa menjadi ladang pahala mengalir saat kelak kita sudah tiada. Aamiin Ya Allah.