Follow Us @soratemplates

Rabu, 27 Juni 2018

Mengapa Aku Menulis ?



Pertanyaan yg mudah tapi menjawabnya sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata melalui tulisan.
kalau dijawab dengan perkataan /  berbicara langsung, mungkin akan sangat singkat, beda ketika harus dijawab dengan melalui tulisan. Kata Bu Asri, saat tadi malam dikelas training juga demikian, "memang beda nulis vs ngomong" juga beliau menuliskan "tiap orang beda2, ada juga yg lebih mudah nulis daripada ngomong".

Kalau saya boleh menyimpulkan, iya betul, tergantung habbits apa yg seseorang itu lakukan. Nulis atau ngomong. Ada istilah bisa karena biasa. Tapi kalo diperhatikan, kebanyakan penulis rata2 pasti bisa ngomong depan forum 😀. Ibaratnya seperti menanam rumput dan padi. Kalo menanam rumput, yang tumbuh ya rumput saja, tapi kalo menanam padi, yang tumbuh ga hanya padi tapi rumput juga ikut tumbuh. Begitulah kira2. Intinya, semua itu bisa dilatih dan seberapa banyak melakukan pengulangan.

Bagi saya, untuk menuliskan kata demi kata, kalimat per kalimat apa yg ingin diungkapkan didalam hati maupun pikiran, tidaklah mudah. karena itu td sebetulnya, 'belum terbiasa'.
Untuk menjawab pertanyaan diatas saja saya masih belum menjawab, bingung bagaimana cara mengolah katanya untuk menjadi sebuah jawaban tertulis, tapi rasa-rasanya jari-jari ini mulai melemas mengikuti apa yg dipikirkan, walau perlahan dan seoalah seperti sedang meng-eja alam pikiran tapi saya mencoba untuk mengalirkannya melalui tulisan. 😅😂

Adanya kelas training menulis ini, membuat saya kembali meneropong lembaran impian yang hampir punah. hasek 😂.
Iya betul. Mengingatkan kembali pada semangat itu. Semangat ingin menjadi seseorang yg menebar kebaikan melalui tulisan. Saya berpikir, kalo kata yang terucap itu bisa saja hilang, tapi ketika ditulis, minimal untuk diri sendiri, kita bisa mengingatnya kembali.

Kebermanfaatan tulisan itu tidak akan menjadi manfaat ketika apa yang kita tulis hanya untuk konsumsi pribadi saja, menulis di buku diary misalnya. Seperti apa yang saya lakukan dulu saat masih rajin-rajinnya corat-coret menumpahkan isi hati ke buku harian. Sekarang ? ah belum lagi 😣
Justru hadirnya komunitas ini, seolah memunculkan kembali niatan dulu yang ingin sekali bisa konsisten menulis. Menginspirasi banyak orang,  dan juga saya berharap dengan saya menulis kelak di Yaumul Hisab saya terperanjat karena banyak orang yang telah mengubah hidupnya menjadi lebih baik setelah membaca tulisan2 saya. Semoga seutas harapan ini bisa terwujud dengan bantuan dari cik gu kita, Bu Asri Supatmiati dan teman2 disini.

Nb : Tugas perdana saat mengikuti kelas menulis #Revowriter

Oktober2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar