Pertanyaan yg mudah tapi menjawabnya sulit
untuk diungkapkan dengan kata-kata melalui tulisan.
kalau dijawab dengan perkataan / berbicara langsung, mungkin akan sangat
singkat, beda ketika harus dijawab dengan melalui tulisan. Kata Bu Asri, saat
tadi malam dikelas training juga demikian, "memang beda nulis vs
ngomong" juga beliau menuliskan "tiap orang beda2, ada juga yg lebih
mudah nulis daripada ngomong".
Kalau saya boleh menyimpulkan, iya betul,
tergantung habbits apa yg seseorang itu lakukan. Nulis atau ngomong. Ada
istilah bisa karena biasa. Tapi kalo diperhatikan, kebanyakan penulis rata2
pasti bisa ngomong depan forum 😀. Ibaratnya seperti menanam rumput dan
padi. Kalo menanam rumput, yang tumbuh ya rumput saja, tapi kalo menanam padi, yang
tumbuh ga hanya padi tapi rumput juga ikut tumbuh. Begitulah kira2. Intinya,
semua itu bisa dilatih dan seberapa banyak melakukan pengulangan.
Bagi saya, untuk menuliskan kata demi kata,
kalimat per kalimat apa yg ingin diungkapkan didalam hati maupun pikiran, tidaklah
mudah. karena itu td sebetulnya, 'belum terbiasa'.
Untuk menjawab pertanyaan diatas saja saya
masih belum menjawab, bingung bagaimana cara mengolah katanya untuk menjadi
sebuah jawaban tertulis, tapi rasa-rasanya jari-jari ini mulai melemas
mengikuti apa yg dipikirkan, walau perlahan dan seoalah seperti sedang meng-eja
alam pikiran tapi saya mencoba untuk mengalirkannya melalui tulisan. 😅😂
Adanya kelas training menulis ini, membuat
saya kembali meneropong lembaran impian yang hampir punah. hasek 😂.
Iya betul. Mengingatkan kembali pada
semangat itu. Semangat ingin menjadi seseorang yg menebar kebaikan melalui
tulisan. Saya berpikir, kalo kata yang terucap itu bisa saja hilang, tapi
ketika ditulis, minimal untuk diri sendiri, kita bisa mengingatnya kembali.
Kebermanfaatan tulisan itu tidak akan
menjadi manfaat ketika apa yang kita tulis hanya untuk konsumsi pribadi saja,
menulis di buku diary misalnya. Seperti apa yang saya lakukan dulu saat masih
rajin-rajinnya corat-coret menumpahkan isi hati ke buku harian. Sekarang ? ah
belum lagi 😣
Justru hadirnya komunitas ini, seolah
memunculkan kembali niatan dulu yang ingin sekali bisa konsisten menulis.
Menginspirasi banyak orang, dan juga saya
berharap dengan saya menulis kelak di Yaumul Hisab saya terperanjat karena banyak
orang yang telah mengubah hidupnya menjadi lebih baik setelah membaca tulisan2
saya. Semoga seutas harapan ini bisa terwujud dengan bantuan dari cik gu kita,
Bu Asri Supatmiati dan teman2 disini.
Nb : Tugas perdana saat mengikuti kelas menulis #Revowriter
Oktober2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar